makalah perkembangan motorik

29 11 2009

me n the children

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pada saat sekarang ini banyak sekali pendidik khususnya guru olahraga yang kurang sekali memperhatikan muridnya dalam melakukan pengajaran pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi. Hal ini terkadang menyebabkan perkembangan motorik anak mengalami gangguan, karena seringnya melakukan gerakan-gerakan maupun latihan yang salah atau tidak sesuai dengan usianya. Oleh karena itu perlu adanya perbaikan dalam melakukan pengajaran, yakni yang sesui dengan karakteristik perkembangan motorik anak. Sehingga ketika anak beranjak dewasa akan tercipta gerak motorik yang baik. Baca entri selengkapnya »





mekanisme pertahanan diri

29 11 2009

MEKANISME PERTAHANAN DIRI
(
DEFEND MECHANISM)

Suatu bentuk penyelesaian masalah dengan melarikan diri dari tanggung jawab yang semestinya dihadapi, dengan bermacam-macam dalih atau alasan.

John D. Lawther (1959) menyebut mekanisme pertahanan diri sebagai:

“Kedok yang menyembunyikan perasaan-perasaan yang sebenarnya”.

BENTUK-BENTUK MEKANISME PERTAHANAN DIRI

PROYEKSI Baca entri selengkapnya »





kbm 09

26 11 2009

KBM 2009 merupakan KBM pertama pada fakultas ilmu keolahragaan. KBM 09 diikuti kurang lebih 400 maba FIK yang dilaksanakan pada tanggal 22-24 Oktober 2009 di Songgoriti. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk sikap dan cara berpikir dalam bertindak sebagai modal untuk menjalani kehidupan di fakultas ilmu keolahragaan.

Kegiatan yang dilakukan selama tiga  hari dua malam ini berjalan dengan lancar tanpa adanya kejadian yang tidak diinginkan. Meski dalam prosesnya banyak kesulitan dan hambatan yang mengganggu, namun dengan kegigihan dan kekompakan semua kesulitan dan hambatan tersebut dapat diatasi dengan baik.

Ada yang menarik dalam kegiatan tersebut, misalnya, pada salah satu  acara, yang tujuan acara tersebut membentuk sikap disiplin (kasarnya acara membentak siswa untuk menguji mental anak FIK) ada salah satu maba yang menangis. Lucu banget, karena yang menangis itu cowok bukan cewek.





senam

15 11 2009

Senam II Pertemuan 1

Metode dan sistematika yang dipakai dalam senam adalah system Austria

*Metode Senam system Austria

1. Latihan Normalisasi

Latihan ini dilakukan untuk menormalkan anggota tubuh yang terjadi kelainan ketika waktu lahir. Baca entri selengkapnya »





revolusi belajar

15 11 2009

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiarat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmatnya , sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.

Makalah ini kami tujukan kepada mahasiswa FIK Universitas Negeri Malang pada umumnya dan para mahasiswa pengikut matakuliah Teknologi Pembelajaran Penjas pada khususnya.

Isi makalah ini kami ambil dari beberapa sunber (rujukan ) yang ada dan kami anggap relevan.

Terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak, terujtama teman sejawat yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga dapat memperlancar penyusunan makalah ini.

Kami menyadari sepenuhnya, masih banyak kekurangan yang terdapat pada makalah ini. Untuk itu,saran-saran perbaikan dan masukan yang mengaranh pada perbaikan makalah ini, selalu harapkan dari segenap pembaca.

Terlepas dari itu semua, terbersit dalam benak kami semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi si pembaca.

Malang,Februari 2009

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ……………………………………………………. … i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang ……………………………………………………. 1
    2. Rumusan Masalah ………………………………………………… 2
    3. Tujuan Penulisan Makalah ……………………………………….. 2

BAB II PEMBAHASAN

  1. Belajar dan Gaya Belajar ………………………………………… 3
    1. Gaya Belajar Visual ……………………………………………… 7
    2. Gaya Belajar Auditori ………………………………………………………….. 8
    3. Gaya Belajar Kinestetik ……………………………………………………….. 9

  2. Tipe Kecerdasan Anak …………………………………………………………. 10

    1. Kecerdasan matematika dan logika atau cerdas angka ………………. 11
    2. Kecerdasan Bahasa atau cerdas kata ……………………………………….. 11
    3. Kecerdasan musikal atau cerdas musik …………………………………… 11
    4. Kecerdasan Visual spasial atau cerdas gambar ………………………… 12
    5. Kecerdasan Kinestetik atau cerdas gerak ………………………………… 12
    6. Kecerdasan inter personal atau cerdas teman ………………………….. 12
    7. Kecerdasan intra personal atau cerdas diri ……………………………… 12
    8. Kecerdasan naturalis atau cerdas alam …………………………………… 13

BAB III PENUTUP

    1. Kesimpulan …………………………………………………….. 14
    2. Saran …………………………………………………………… 16

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang

Pengangguran semakin membengkak pada dewasa ini. Pada tahun 2003 saja ada 43 juta lebih usia pekerja produktif menganggur akibat ketidakmampuan pendidikan menghantarkan manusia menjadi mandiri dan berkualitas. Bagaimana dengan sekarang. Tentunya jumlah pengangguran tak jauh beda, mungkin sudah melebihi angka tersebut. Tantangannya, bagaimana menciptakan tenaga kerja terbaik. Untuk itu perlu terobosan secara revolusioner cara belajar yang efektif.

Selama ini, sekolah cenderung identik dengan kewajiban belajar. Akibatnya, banyak siswa merasa gagal, karena sistem sekolah dianggap membosankan dan melelahkan. Sistem belajar yang disampaikan oleh guru cenderung menakutkan, membuat siswa stress.

Jalan keluarnya, tawaran belajar yang menyenangkan dan mengasyikkan menjadi penting. Kenapa? Agar sistem pembelajaran mampu melakukan perubahan-perubahan berkualitas yang sejalan dengan dinamika masa depan yang tambah kompleks. Persaingan globalisasi membutuhkan aktor-aktor berkualitas.

Kualitas lulusan yang telah dihasilkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia, telah sewajarnya menjadi keprihatinan kita bersama. Kewajiban anak-anak menempuh wajib belajar 9 tahun seyogyanya perlu didasari oleh visi bersama yang mengacu pada kualitas anak didik handal, mampu, mandiri dan kreatif. Sayangnya, cita-cita ini hanya memperoleh sedikit perhatian dari pemerintah dan masyarakat.

Keinginan untuk menciptakan sekolah unggul hanya pada tataran ide. Yang ada, terkesan asal-asalan, bahkan terbaca, pihak penyelenggara membiarkan kondisi sarana dan prasarana pendidikan sangat minim dari memadai dan dari berstandar mutu. Sikap bias ini begitu nampak dari alokasi anggaran untuk pendidikan di setiap daerah berkisar 5

- 10% yang berorientasi pada pembangunan gedung semata.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apakah belajar itu dan ada Berapakah gaya belajar itu?
  2. Apakah gaya belajar visual itu? Baca entri selengkapnya »




adaptif

15 11 2009

habis renangTUNA DAKSA

Tarmansyah mendefinisikan ”Tuna daksa adalah istilah lain dari tuna fisik; yang dimaksud disini adalah berbagai jenis gangguan fungsi fisik, yang berhubungan dengan kemampuan motorik dan beberapa gejala penyerta yang mengakibatkan seseorang mengalami hambatan dalam mengikuti pendidikan normal, serta dalam proses penyesuaian diri dengan lingkungan. Anak tuna daksa ini mudah diketahui karena ketunaannya tampak secara jelas”.

Baca entri selengkapnya »





TEKNOLOGI PEMBELAJARAN ( AECT 1994 )

15 11 2009

BAB I

PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang

Selama sedikitnya empat puluh tahun bidang studi teknologi pembelajaran secara priodik mengalami proses pengkajian kolektif oleh para ahli dan praktisi teknologi pembelajaran yang pada akhirnya menghasilkan diskripsi bidang secara profesional. Definisi itu diperbaharui beberapa kali dan setiap perubahan memberikan arah baru. Sejak dirumuskan definisi formal yang terakhir ( tahun 1977 ), terjadilah perubahan dramatis dalam profesi teknologi pembelajaran. Akibat muncul pengkajian ulang, hasil analisis kolektif itu ialah definisi tahun 1994 yang dinyatakan pada awal bab ini.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang permasalahan di atas dapat diambil suatu rumusan permasalahan : Baca entri selengkapnya »





belajar motorik

15 11 2009

Pengaruh Kondisi Ibu Terhadap Perkembangan Janin

  1. Usia ibu ketika hamil. Usia yang rentan terhadap kelainan kehamilan adalah usia remaja atau usia di atas 30 tahun. Kelahiran premature pada umumnya terjadi pada anak usia remaja. Hal tersebut dapat terjadi karena kurang matangnya organ reproduksi, gizi buruk, kurang perawatan selama periode prakelahiran, atau karena kondisi ekonomi-sosial yang rendah. Sedangkan pada ibu yang berusia di atas 30 tahun kadang-kadang dapat menimbulkan down syndrome, yaitu keterbelakangan mental.
  2. Status gizi. Kondisi gizi ibu yang sedang hamil dan menyusui dapat mempengaruhi kondisi bayi. Gizi buruk pada ibu dapat mengakibatkan berat badan bayi rendah, kurang vitalitas, lahir premature, atau mungkin meninggal.
  3. Keadaan dan ketegangan emosional ibu. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang cemas cenderung menangis lebih banyak sebelum diberi makan dan lebih aktif dibandingkan bayi yang dilahirkan oleh ibu yang kurang cemas. Bayi yang lahir melalui proses kelahiran yang cukup lama akan mengalami kelambatan penyesuaian diri dengan lingkungan serta lebih mudah marah.
  4. Konsumsi obat-obatan. Obat-obatan, alkohol, rokok yang dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil dapat mempengaruhi kesempurnaan janin (cacat fisik janin, keterbelakangan mental, atau menyebabkan kematian janin dan bayi).
  5. Faktor lingkungan. Polusi udara akibat gas buang yang semakin pekat dari kendaraan bermotor, zat-zat yang terdapat pada cat dinding, atau zat-zat yang berasal dari limbah dapat menyebabkan keterbelakangan mental pada janin atau bayi, kelahiran prematur, mengalami gangguan visual serta memori jangka pendek.

Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Individu

1. Keluarga Sebagai Lembaga Pendidikan Pertama dan Utama Baca entri selengkapnya »





perkembangan motorik

15 11 2009

PERMAINAN dan LATIHAN OLAHRAGA
DEWASA AKHIR/ MANULA

A. Karakteristik
Pertambahan umur seseorang berpengaruh terhadap fungsi organ, setelah terjadi puncak kematangan usia dewasa fungsi organ tubuh mengalami penurunan (pada usia tua yaitu 60 th keatas). Penurunan tersebut diantaranya fungsi fisiologis dan neurologist, kemampuan bergerak, panca indera, daya ingat, kekuatan, dan keseimbangan.

B. Permainan dan latihan
Permainan yang cocok untuk usia tua: Baca entri selengkapnya »





renang

5 11 2009

belajar renang

Gaya Punggung

Merupakan gaya yang paling berbeda dengan yang lainnya karena kita dengan posisi wajah menghadap ke atas, sehingga kita tidak bisa melihat ke depan.

  • Gerakan kaki
  1. Kaki kanan dan kiri digerakkan naik turun secara bergantian (seperti orang yang sedang berjalan /seperti gaya bebas tetapi dengan posisi wajah menghadap ke atas)
  2. Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang Anda tidak melenceng/berbelok
  • Gerakan tangan
  1. Posisi awal satu tangan lurus di atas kepala Baca entri selengkapnya »







Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.