KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadiarat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmatnya , sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Makalah ini kami tujukan kepada mahasiswa FIK Universitas Negeri Malang pada umumnya dan para mahasiswa pengikut matakuliah Teknologi Pembelajaran Penjas pada khususnya.
Isi makalah ini kami ambil dari beberapa sunber (rujukan ) yang ada dan kami anggap relevan.
Terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak, terujtama teman sejawat yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga dapat memperlancar penyusunan makalah ini.
Kami menyadari sepenuhnya, masih banyak kekurangan yang terdapat pada makalah ini. Untuk itu,saran-saran perbaikan dan masukan yang mengaranh pada perbaikan makalah ini, selalu harapkan dari segenap pembaca.
Terlepas dari itu semua, terbersit dalam benak kami semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi si pembaca.
Malang,Februari 2009
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ……………………………………………………. … i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………. ii
BAB I PENDAHULUAN
-
- Latar Belakang ……………………………………………………. 1
- Rumusan Masalah ………………………………………………… 2
- Tujuan Penulisan Makalah ……………………………………….. 2
BAB II PEMBAHASAN
- Belajar dan Gaya Belajar ………………………………………… 3
- Gaya Belajar Visual ……………………………………………… 7
- Gaya Belajar Auditori ………………………………………………………….. 8
-
Gaya Belajar Kinestetik ……………………………………………………….. 9
-
Tipe Kecerdasan Anak …………………………………………………………. 10
- Kecerdasan matematika dan logika atau cerdas angka ………………. 11
- Kecerdasan Bahasa atau cerdas kata ……………………………………….. 11
- Kecerdasan musikal atau cerdas musik …………………………………… 11
- Kecerdasan Visual spasial atau cerdas gambar ………………………… 12
- Kecerdasan Kinestetik atau cerdas gerak ………………………………… 12
- Kecerdasan inter personal atau cerdas teman ………………………….. 12
- Kecerdasan intra personal atau cerdas diri ……………………………… 12
- Kecerdasan naturalis atau cerdas alam …………………………………… 13
BAB III PENUTUP
-
- Kesimpulan …………………………………………………….. 14
- Saran …………………………………………………………… 16
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
-
- Latar Belakang
Pengangguran semakin membengkak pada dewasa ini. Pada tahun 2003 saja ada 43 juta lebih usia pekerja produktif menganggur akibat ketidakmampuan pendidikan menghantarkan manusia menjadi mandiri dan berkualitas. Bagaimana dengan sekarang. Tentunya jumlah pengangguran tak jauh beda, mungkin sudah melebihi angka tersebut. Tantangannya, bagaimana menciptakan tenaga kerja terbaik. Untuk itu perlu terobosan secara revolusioner cara belajar yang efektif.
Selama ini, sekolah cenderung identik dengan kewajiban belajar. Akibatnya, banyak siswa merasa gagal, karena sistem sekolah dianggap membosankan dan melelahkan. Sistem belajar yang disampaikan oleh guru cenderung menakutkan, membuat siswa stress.
Jalan keluarnya, tawaran belajar yang menyenangkan dan mengasyikkan menjadi penting. Kenapa? Agar sistem pembelajaran mampu melakukan perubahan-perubahan berkualitas yang sejalan dengan dinamika masa depan yang tambah kompleks. Persaingan globalisasi membutuhkan aktor-aktor berkualitas.
Kualitas lulusan yang telah dihasilkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia, telah sewajarnya menjadi keprihatinan kita bersama. Kewajiban anak-anak menempuh wajib belajar 9 tahun seyogyanya perlu didasari oleh visi bersama yang mengacu pada kualitas anak didik handal, mampu, mandiri dan kreatif. Sayangnya, cita-cita ini hanya memperoleh sedikit perhatian dari pemerintah dan masyarakat.
Keinginan untuk menciptakan sekolah unggul hanya pada tataran ide. Yang ada, terkesan asal-asalan, bahkan terbaca, pihak penyelenggara membiarkan kondisi sarana dan prasarana pendidikan sangat minim dari memadai dan dari berstandar mutu. Sikap bias ini begitu nampak dari alokasi anggaran untuk pendidikan di setiap daerah berkisar 5
- 10% yang berorientasi pada pembangunan gedung semata.
1.2 Rumusan Masalah
- Apakah belajar itu dan ada Berapakah gaya belajar itu?
- Apakah gaya belajar visual itu? Baca entri selengkapnya »
comment