sejarah psikologi olahraga
4
11
2009
SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI OLAHRAGA
(SEBELUM PERANG DUNIA II)
GEORGE W. FITZ (1895)
“menyelidiki waktu reaksi” menciptakan alat untuk mengukur kecepatan dan ketepatan seseorang menyentuh obyek yang dihadapi secara tiba-tiba dalam posisi yang tak terduga.
SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI OLAHRAGA
WILLIAM G. ANDERSON (1897-1898)
menyelenggarakan experiment mengenai mental practice, transfer training, transfer of muscular strength.
SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI OLAHRAGA
COLEMAN ROBERT GRIFFITH (1918)
DIKENAL SEBAGAI BAPAK PSIKOLOGI OLAHRAGA
menyelenggarakan serangkaian observasi informal mengenai faktor-faktor psikologis yang terlibat dalam OR basket dan sepak bola.
SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI OLAHRAGA
CARL DIEM (1920)
Mendirikan laboratorium psikologi pertama di dunia bertempat di Berlin (Jerman Timur)
SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI OLAHRAGA
SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI OLAHRAGA
SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI OLAHRAGA
HENRY (1935)
mengadakan kursus tentang
“physicological basic of physical activity”
SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI OLAHRAGA
(SETELAH PERANG DUNIA II)
1949
WARREN R. JOHNSON
mengawali penelitian mengenai macam-macam elemen stress dan dampaknya terhadap penampilan atlet.
1952
JOHN H. HARMON (BOSTON UNIV) & JOHNSON (MARYLAND UNIV)
menemukan reaksi-reaksi emotional dari atlet college
1953
HOWEEL
meneliti pengaruh ketegangan emosi dengan kecepatan reaksi
1954
JOHNSON & DANIEL H. HUTTON (MARYLAND UNIV) GRANVILE B. JOHNSON (EMORY UNIV)
meneliti sifat-sifat kepribadian dari kelompok selektif atlet-atlet yang tergolong superior
1955
A. BURRIS F. HUSMAN (MARYLAND UNIV)
menyusun agresivitas petinju dan pegulat
B. JOHNSON & D. H. HULTON
meneliti dampak OR perkelahian terhadap dinamika perkembangan kepribadian
C. FRANKLIN M. HENRY & CELESTE ULRICH
analisis pengaruh stress terhadap penampilan atlet
1981
KONGRES ICSP (International Council of Sport Psychology) III di IOWA
lebih banyak membahas bidangnya sendiri (hasil pemisahan belajar motorik dgn psikologi olahraga)
Bagaimana di EROPA????
Tahun 1960an
penerbitan
“Manifeceto on Sport Psycology”
oleh
EFSP (European Federation of Sport Psycology)
ICSP (International Council of Sport Psycology)
ISSP (International Society of Sport Psycology)
CSPLSP (The Canadian Society for Psycology Learning and Sport Psycology)
ILMU JIWA OLAHRAGA
PSIKOLOGI OLAHRAGA
SEJARAH PSIKOLOGI OLAHRAGA
SEBELUM KONGRES TAHUN 1965
CIRI-CIRI:
BELUM TERBENTUKNYA ORGANISASI PSIKOLOGI OLAHRAGA
TOKOH-TOKOHNYA BEKERJA SENDIRI-SENDIRI
BELUM ADA PEMISAHAN “OBYEK” ANTARA PSIKOLOGI OLAHRAGA DAN BELAJAR MOTORIK
SESUDAH KONGRES TAHUN 1965
CIRI-CIRI:
TERBENTUKNYA BEBERAPA ASSOSIASI/ORGANISASI PSIKOLOGI OLAHRAGA (ICSP, NASPSA, EFSP)
TOKOH-TOKOHNYA BEKERJA ATAS NAMA ASSOSIASI
ADANYA PEMISAHAN “OBYEK”
DEFINISI DAN OBJEK PSIKOLOGI OLAHRAGA
PERKEMBANGAN PSIKOLOGI OR
Tahun 1914: Robert A. Cumins (efek latihan basket terhadap reaksi motorik, perhatian dan kesanggupan mengingat)
Tahun 1918: C.R. Griffith (observasi ttg faktor2 psikologis yg terlibat dlm OR basket dan sepakbola)
Tahun 1925: C.R. Griffith (mendirikan lab psikologi OR) BAPAK PSIKOLOGI OLAHRAGA
PERKEMBANGAN PSIKOLOGI OR
Tahun 1952: Harmon dan Johnson (menemukan reaksi2 emosional dari atlet2 College)
Tahun 1954: Johnson dan Hutton (meneliti sifat2 kepribadian atlet superior)
Tahun 1955: Husman (meneliti tentang agresivitas petinju dan pegulat)
Tahun 1965: Kongres Internasional Psikologi OR (ISSP) OR membutuhkan pendekatan psikologis
DEFINISI PSIKOLOGI OR
PSIKOS=JIWA
LOGOS=ILMU
PSIKOLOGI OR: Ilmu yang mempelajari tingkah laku dan pengalaman manusia berolahraga dalam interaksi dengan manusia lain dan dalam situasi sosial yang merangsangnya (social stimulus situasions)
OBYEK PSIKOLOGI OR
Gejala kejiwaan yang diselidiki dari tingkah laku dan pengalaman individu; motivasi, emosi, boredom, fatigue, agresivitas, anxiety, stress, dll
Motivasi kuat lemahnya dapat menentukan kegairahan ber-OR (anak2, ibu2,org tua)
Motivasi Atlet2 dunia yang berhasil mempertahankan prestasinya selama mungkin
Kegiatan OR utk Lansia (perlu diteliti)
World Association of Veteran Athletes (WAFA)
Indonesia (1986/4 th) Asian Veteran Athletic Championships (35-79 tahun)
Psikologi OR bukan ilmu untuk menerangkan, meramalkan dan mengontrol tingkah laku para atlet top dunia saja, tetapi juga mempelajari semua gejala tingkah laku dan pengalaman manusia ber-OR, baik pada anak2, pemuda, ibu2, dan ortu
Prestasi OR tidak cukup didekati secara somatik, karena meningkat / merosotnya prestasi atlet justru banyak ditentukan oleh faktor psikologik / gejala psikologik.
Faktor2 psikologik: rasa percaya diri (self convidence), motif berprestasi, rasa harga diri, disiplin, penguasaan diri, citra diri dan konsep diri.
Gejala psikologik: rasa jenuh (boredom), kelelahan (fatigue), rasa tertekan (pressure), stress, kecemasan (anxiety), ketakutan akan gagal (fear of failure), frustasi, dsb.
Perbedaan tingkah laku individu disebabkan karena perbedaan situasi/interaksi dg sekitar
BEBERAPA PENDEKATAN
PENDEKATAN INDIVIDUAL
Individual Difference Bakat, minat, dan motif2 yang berbeda
Sifat-sifat kejiwaan
KESIMPULAN: Untuk dapat memahami tingkah laku atlet, untuk memilih atlet berbakat dan untuk dapat membina atlet yang diasuh, maka dibutuhkan “Pendekatan Individual”
Alderman 4 kelompok faktor yang merupakan dasar dari penampilan atlet; kesegaran jasmani, keterampilan, modal fisik dan tingkah laku psokologis.
PENDEKATAN SOSIOLOGIK
Dalam melakukan kegiatan OR:
Atlet — atlet, atlet — pelatih, atlet — lawan bertanding, atlet — penonton dapat menimbulkan masalah-masalah psikologik tertentu
Tiap2 individu selalu dipengaruhi lingkungan sosial sekitarnya (social stimulus situations)
Dalam OR, pengaruh penonton, pandangan dan harapan masyarakat, dapat memberi pengaruh + / – pada atlet.
PENDEKATAN INTERAKTIF
Perlu pendekatan individual dan pendekatan sosiologik.
PI membahas tentang sistem hubungan individu sebagai anggota kelompok sosial dan sekaligus sebagai anggota masyarakat.
Internal system: sistem hubungan yg terjadi antara anggota2 dlm satu kelompok.
Eksternal system: sistem hubungan individu sbg anggota suatu kelompok tertentu dg anggota2 kelompok lain.
PI diperlukan untuk memahami permasalahan yg timbul dlm kegiatan OR yg meliputi Internal dan Eksternal system.
PENDEKATAN MULTI-DIMENSIONAL DAN PENDEKATAN SISTEM
Olahraga juga berhubungan dengan aspek sosial-budaya, aspek ekonomi, aspek politik dll.
Sosial budaya Pencak silat,Judo
Ekonomi Tuan rumah PD,Olympiade
Politik Iran vs AS
PENDEKATAN SISTEM
Dalam hub dengan usaha pembinaan OR, tdk hanya tergantung dari atlet dan pelatih, masih banyak faktor2 lain yg perlu diperhatikan (dana, fasilitas,program, organisasi dan lingkungan)
MANFAAT MEMPELAJARI PSIKOLOGI OLAHRAGA
Manfaat tujuan mengembangkan IP
Tujuan Eksplanatif: menjelaskan dan memahami gejala tingkah laku dan pengalaman manusia ber-OR.
Tujuan prediksi: meramalkan kemungkinan2 yg dapat terjadi dlm OR. Untuk dapat membuat prediksi yg tepat perlu ditunjang dg pengetahuan ttg tes, pengukuran dan evaluasi.
Tujuan kontrol: mengendalikan gejala2 tingkah laku dlm OR yg dapat menjurus ke hal2 yg tidak menguntungkan perkembangan subjek.
PERANAN PSIKOLOGI OR
Sesuai dg tujuan eksplanatif, psik OR dpt memperdalam dan mengembangkan teori2 yg berhub dg tingkah laku dan pengalaman dlm OR (motivasi, boredom, stress, anxiety)
Sesuai tujuan prediksi, psik OR perlu dikembangkan dg penelitian2 sehingga dpt meramalkan kemungkinan gejala2 yg terjadi dlm OR (stress thd atlet dg sifat kepribadian berbeda)
Sesuai tujuan kontrol, psik OR perlu ditunjang dg teknik pengumpulan data dan pemahaman gejala psikologis (kemungkinan anxiety, merosotnya motivasi, gejala over confidence, prejudice)
MANFAAT BAGI PELATIH OR
MANFAAT MEMPELAJARI PSIKOLOGI OR:
Memahami gejala2 psikologis Atlet
Memahami faktor2 psikologis yg dapat mempengaruhi peningkatan atau merosotnya prestasi atlet
Penerapan teori
Hasil penelitian
KONSEP KEPRIBADIAN
DEFINISI: Kompleksitas kejiwaan (kesatuan kebulatan jiwa yang kompleks)
Mengenal kepribadian atlet cita-cita, watak, sikap, sifat-sifat dan perbuatannya.
Untuk mengukur kepribadian atlet menurut Cratty, lebih ditujukan untuk mengetahui:
Bagaimana perasaan atlet terhadap diri sendiri
Bagaimana sikapnya terhadap orang lain
Bagaimana atlet akan mereaksi dalam situasi2 krisis tertentu
BEBERAPA TINGKAH LAKU ATLET DALAM MENGHADAPI PERTANDINGAN
KETEGANGAN MENTAL
PERASAAN TIDAK AMAN
KELESUAN
USAHA BERLEBIHAN
SIKAP & KEPRIBADIAN ATLET YANG SERING TIMBUL
SIKAP JUARA (WINNING ATTITUDE)
SIKAP MENYERAH
SIKAP BERUSAHA BERJUANG
1. Dengan cara apapun
2. Dengan jalan sportivitas
TAKHAYUL / SUPERTISI
KEPRIBADIAN PELATIH:
The hardnosed authoritarian coach
The nice guy coach
Intense or driven coach
The easy going coach
The business like coach
MODEL PELATIH MENGHADAPI ATLET:
Over protection (melindungi)
Over demanding (di luar batas kemampuan atlet
Acceptance (apa adanya atlet)
Bagaimana menghadapi atlet yang menunjukkan gejala tingkah laku yang tidak sesuai dengan harapan kita?
Menciptakan aturan baru
Merubah susunan kelompok
Memindahkan atlet ke kelompok baru
PRIBADI ATLET:
Self control
Keterbukaan
Menolak “anxiety”
Gembira (enjoy)
Kurang mementingkan diri sendiri
DEFINISI SIKAP: Kesediaan untuk merespon secara konstan dengan cara positif atau negatif terhadap obyek atau situasi tertentu (kerjasama, sportif, tanggung jawab terhadap kelompok)
Cara positif? Senang, simpati
Cara negatif? Tidak senang, antipati
SIFAT-SIFAT SIKAP:
Sikap bukan pembawaan
Dapat berubah melalui pengalaman
Hanya cocok untuk situasi tertentu
Selalu berhubungan dengan obyek atau subyek tertentu
4 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN SIKAP DAN KEPRIBADIAN ATLET:
Interest, motivation
State of training
Prior experience
Childhood experiences, general hereditary factors, such as physical characteristics, motor abilities, cognitive abilities.
Berkaitan dengan sifat-sifat yang dimiliki atlet, yang diyakini dapat melukiskan kepribadian atlet, Cattel menemukan rumus sebagai berikut:
R = S.P
R = Respons
S = Situation
P = Personality
MANUSIA SEBAGAI KESATUAN JIWA-RAGA
CONTOH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Seseorang yang sedang sakit panas (jasmani) malas (rohani) untuk bekerja
CONTOH DALAM OLAHRAGA
Atlet yang sering frustasi (jiwa) tidak akan tampil bagus (jasmani) dalam olahraga
FAKTOR-FAKTOR PENTING DALAM PSIKOLOGI OLAHRAGA
Antara lain:Jiwa Raga Olahraga
MENTAL HYGIENE DALAM OLAHRAGA
kontrol atas pertahanan fundamental dan penyalurannya ke dalam pertandingan yang berisi aliran-aliran dan akal sehat yang dapat diterima norma-norma kebudayaan
TUJUAN PENJAS SEHUBUNGAN DENGAN PSIKOLOGI OLAHRAGA
mengajarkan penggunaan keterampilan motorik (neuro-muscular) di bawah stress tekanan/ gangguan mental (emosional)
DUA KESEHATAN MENTAL DALAM OLAHRAGA
MENTAL PROPILAKTIK
suatu usaha untuk mempertegar mental dengan jalan berlatih sesuai dengan cabang olahraga yang ditekuni
MENTAL MELIORATIF
suatu doktrin yang menyatakan bahwa “kondisi” manusia dapat diperbaiki dengan jalan memberi perhatian yang lebih banyak terhadap kesejahteraan hidup
TUJUAN MENTAL MELIORATIF
Mempertinggi efisiensi mental
Belajar mengatasi kesulitan-kesulitan mental dalam situasi stress yang kompleks
Menanamkan semangat untuk meningkatkan prestasi
Mengajarkan apresiasi permainan beregu melalui kerjasama yang baik
LATIHAN MENTAL MELIORATIF
Tahan terhadap frustasi
Menatap stress/ tekanan emosional dengan kesadaran dan pikiran wajar
Menerima kegagalan secara intelegent
KONSENTRASI
DEFINISI: Mempersempit atau memperkecil medan perhatian
Unestahl (1986): Konsentrasi dapat didefinisikan sebagai suatu peningkatan perhatian terhadap penurunan jumlah stimuli.
Konsentrasi Internal terfokus pada pengamatan, perasaan dan pemikiran individu yang bersangkutan.
Konsentrasi Eksternal terfokus pada obyek yang ada di luar diri individu yang bersangkutan.
Atlet seperti apa yang dikatakan dapat berkonsentrasi dengan baik?Mampu menjaga keharmonisan fisik, emosi, mengatur mentalnya dan memusatkan perhatian pada tugas yang harus dikerjakan.
Konsentrasi atlet menjadi kacau, apa penyebabnya?Karena perhatian yang terpecah-pecah.
John M. Cooper
Semakin tinggi tingkat konsentrasi seseorang terhadap apa yang dilakukan, semakin tinggi pula hasil yang diperoleh.
3 LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI BESAR KECILNYA TINGKAT KONSENTRASI ATLET:
Keluarga
Sekolah
Olahraga sendiri
ADA JUGA FAKTOR-FAKTOR:
Penonton
Petugas
Faktor cuaca
Fasilitas / alat
Lawan
Sistem pertandingan / organisasi
Hasil yang dicapai sebelumnya
CIRI-CIRI KONSENTRASI:
Perhatian tertuju pada satu benda pada suatu saat
Seluruhnya menyatu pada saat itu
Perhatian selektif terhadap pemikiran atau obyek tertentu dan tidak ada perhatian pada obyek lain
Menenangkan dan memperkuat mental
CARA-CARA MELATIH KONSENTRASI:
Jauhkan pikiran anda terhadap sesuatu yang pernah anda lakukan ataupun pernah anda alami
Pusatkan perhatian anda pada satu tempat
Tujukan pusat perhatian pada satu lokasi tersebut
Kosongkan pikiran anda biarkan tetap kosong
Pindahkan dari sasaran khusus ke pusat perhatian seperti gambar panorama. Kemudian ikut dihadirkan suatu gambar besar, memberi kemungkinan tanpa menyeleksinya
Berupaya mampu memusatkan perhatian terhadap semua benda
Berhentilah dan kemudian kembali konsentrasi
Like this:
Be the first to like this post.
« macam permainan
sportnews »
Tindakan
Information
Tinggalkan Balasan
comment